Mengirim barang ke luar negeri kini semakin mudah berkat perkembangan layanan logistik internasional dan meningkatnya aktivitas perdagangan global. Baik untuk kebutuhan bisnis ekspor, UMKM, online seller, maupun pengiriman personal, memahami proses pengiriman internasional sangat penting agar barang sampai dengan aman, cepat, dan tidak tertahan di bea cukai.
Namun, banyak orang masih merasa bingung mengenai dokumen yang dibutuhkan, biaya, hingga cara memilih jasa forwarding yang tepat.
Padahal, jika memahami alurnya, proses pengiriman internasional bisa dilakukan dengan lebih efisien dan minim risiko.
Apa Itu Pengiriman Internasional?
Pengiriman internasional adalah proses pengiriman barang dari suatu negara ke negara lain melalui beberapa jalur seperti udara atau laut.
Proses ini melibatkan:
- Jasa forwarding,
- Bea cukai,
- Dokumen ekspor-impor,
- Regulasi negara tujuan.
Menurut berbagai panduan logistik internasional, kesalahan dokumen dan klasifikasi barang menjadi penyebab utama keterlambatan pengiriman internasional.
Langkah-Langkah Cara Mengirim Barang Internasional
Berikut ini beberapa langkah untuk mengirim barang secara internasional, pastikan kamu membacanya sampai akhir agar barang yang dikirim tidak bermasalah.
1. Pastikan Barang Bisa Dikirim ke Negara Tujuan
Sebelum mengirim barang, cek terlebih dahulu apakah produk Anda legal, tidak termasuk barang terlarang dan pastinya tidak dibatasi di negara tujuan.
Beberapa barang yang sering memiliki regulasi khusus:
- Makanan,
- Kosmetik,
- Obat-obatan,
- Baterai lithium,
- Produk hewan dan tumbuhan,
- serta Barang elektronik tertentu.
Setiap negara memiliki aturan impor yang berbeda. Karena itu, penting untuk memeriksa regulasi terbaru sebelum pengiriman dilakukan.
2. Tentukan Metode Pengiriman
Ada pilihan untuk Anda yang ingin menggunakan jasa pengiriman ke luar negeri, berikut ini adalah kelebihan dan kekurangan dari pilihan tersebut.
Pengiriman Udara (Air Freight)
Cocok untuk:
- Barang ringan,
- Produk bernilai tinggi,
- Pengiriman cepat.
Kelebihan:
- Lebih cepat,
- Tracking lebih akurat,
- Minim risiko kerusakan.
Kekurangan:
- Biaya lebih mahal.
Pengiriman Laut (Ocean Freight)
Cocok untuk:
- Barang besar,
- Volume tinggi,
- Biaya lebih hemat.
Kelebihan:
- Lebih murah untuk kapasitas besar.
Kekurangan:
- Waktu pengiriman lebih lama.
Panduan ekspor internasional umumnya menyarankan pengiriman udara untuk UMKM dan seller online skala kecil, sedangkan pengiriman laut lebih efisien untuk bisnis dengan volume besar.
3. Siapkan Dokumen Pengiriman Internasional
Dokumen merupakan bagian paling penting dalam proses ekspor dan pengiriman internasional. Berikut dokumen yang umumnya dibutuhkan:
Commercial Invoice
Berisi:
- Detail barang,
- Nilai barang,
- Nama pengirim dan penerima,
- Informasi transaksi.
Packing List
Menjelaskan:
- Jumlah barang,
- Berat,
- Dimensi,
- Jenis kemasan.
Airway Bill (AWB) atau Bill of Lading (B/L)
Dokumen resmi dari jasa pengiriman:
- AWB untuk pengiriman udara,
- B/L untuk pengiriman laut.
HS Code
Kode klasifikasi barang internasional untuk menentukan:
- Pajak,
- Bea masuk,
- Regulasi kepabeanan.
Certificate of Origin (COO)
Dokumen asal barang yang terkadang diperlukan untuk fasilitas tarif tertentu.
Kesalahan pada invoice atau HS Code sering menyebabkan barang tertahan di bea cukai negara tujuan.
4. Pilih Jasa Pengiriman Internasional
Ada banyak pilihan jasa ekspedisi internasional yang bisa digunakan dari Indonesia. Namun, sangat disarankan untuk menggunakan layanan forwarding seperti yang disediakan oleh Kemasindo.
Freight Forwarder
Cocok untuk:
- Ekspor bisnis,
- Impor skala besar,
- Pengiriman container.
Saat memilih jasa pengiriman internasional, pertimbangkan:
- Harga,
- Estimasi waktu,
- Layanan tracking,
- Asuransi,
- Pengalaman handling bea cukai.
Panduan pengiriman internasional juga menyarankan membandingkan biaya total termasuk pajak dan handling fee agar tidak muncul biaya tersembunyi.
5. Hitung Berat Volumetrik dan Ongkir
Dalam pengiriman internasional, biaya biasanya dihitung berdasarkan:
- Berat aktual,
- Berat volumetrik.
Rumus umum volumetrik:
Berat Volumetrik = Panjang x Lebar x Tinggi
Jika hasil volumetrik lebih besar dibanding berat asli, maka biaya mengikuti berat volumetrik.
Karena itu, ukuran kemasan sangat mempengaruhi biaya pengiriman internasional.
6. Proses Bea Cukai dan Pajak Impor
Saat barang tiba di negara tujuan, paket akan melewati proses customs clearance atau pemeriksaan bea cukai.
Beberapa kemungkinan yang terjadi:
- Barang langsung lolos,
- Dikenakan pajak impor,
- Diminta dokumen tambahan,
- Tertahan sementara.
Faktor yang mempengaruhi:
- Nilai barang,
- Kategori produk,
- HS Code,
- Regulasi negara tujuan.
Pengalaman pengguna impor menunjukkan bahwa banyak biaya tambahan muncul karena kurang memahami total landed cost dan aturan customs clearance.
Tips Agar Pengiriman Internasional Lancar
Ini dia beberapa tips agar pengiriman
Gunakan Kemasan yang Aman
Pastikan barang:
- Tahan benturan,
- Tahan air,
- Sesuai standar ekspor.
Isi Dokumen dengan Detail
Deskripsi barang harus:
- Jelas,
- Akurat,
- Sesuai isi paket.
Gunakan Tracking dan Asuransi
Tracking memudahkan monitoring pengiriman, sementara asuransi membantu meminimalkan risiko kerugian.
Pahami Aturan Negara Tujuan
Beberapa negara memiliki aturan ketat terhadap:
- Makanan,
- Kosmetik,
- Baterai,
- Produk kesehatan.
Mulai dari Pengiriman Kecil
Untuk pemula, lakukan trial shipment terlebih dahulu sebelum mengirim dalam volume besar.
Banyak eksportir pemula disarankan bekerja sama dengan freight forwarder terpercaya untuk mempermudah proses logistik internasional dan kepabeanan.